Jika kamu sedang mencari aplikasi desain profesional yang kuat, cepat, dan mudah dipakai tanpa harus membayar biaya langganan mahal, Affinity Designer mungkin jadi nama yang kamu dengar pertama kali. Popularitasnya meningkat drastis setelah pengumuman bahwa seluruh aplikasi Affinity kini bisa digunakan secara gratis.
Tapi muncul satu pertanyaan besar: apakah benar Affinity Designer gratis? Yuk, cari tahu di sini.
Affinity adalah rangkaian aplikasi desain profesional yang awalnya dikenal sebagai pesaing kuat Adobe karena menawarkan performa cepat, lisensi sekali bayar, dan fitur yang lengkap. Setelah diakuisisi Canva, Affinity semakin populer karena kini bisa dipakai gratis tanpa batasan fitur dasar. Kombinasi harga nol rupiah dan fitur kelas profesional membuat aplikasi ini cepat menarik perhatian para desainer grafis, ilustrator, fotografer, hingga pemula yang baru belajar desain.
Affinity Designer kini bisa kamu gunakan secara gratis. Setelah perubahan besar pada model bisnisnya. Semua pengguna—mulai dari pelajar hingga profesional—dapat mengakses fitur desain utama tanpa biaya langganan. Kamu bisa langsung membuat ilustrasi, desain vektor, atau layout tanpa perlu memikirkan biaya.
Meski begitu, tetap ada beberapa fitur tambahan yang masuk kategori premium, jadi penting untuk memahami batasannya sejak awal. Keputusan Affinity untuk menggratiskan seluruh aplikasinya—termasuk Designer, Photo, dan Publisher—setelah bergabung dengan ekosistem Canva sempat menghebohkan dunia desain. Langkah ini bukan sekadar strategi marketing, melainkan upaya membuka akses alat desain profesional agar siapa pun bisa mulai berkarya tanpa hambatan biaya.
Meskipun gratis, Affinity Designer tetap menawarkan paket fitur yang sangat lengkap untuk kebutuhan desain modern. Kamu bisa membuat ilustrasi, logo, ikon, poster, hingga desain UI tanpa batasan berarti.
Affinity Designer punya mesin vektor yang sangat responsif. Kamu bisa membuat bentuk kompleks, ilustrasi detail, hingga logo profesional dengan presisi tinggi tanpa lag.
Selain vektor, aplikasi ini juga mendukung pengolahan gambar raster. Kamu bisa retouch foto, menambahkan efek, memperbaiki warna, hingga menggabungkan elemen visual.
Desain layout seperti poster, banner, atau materi branding juga bisa kamu kerjakan dengan mudah. Fitur artboard‑nya fleksibel dan enak dipakai buat pekerjaan multi‑halaman.
Walaupun Affinity Designer menawarkan banyak fitur gratis, tetap ada beberapa elemen premium yang perlu kamu tahu. Biasanya fitur ini berupa add‑on, elemen kreatif tambahan, atau layanan berbasis AI yang membutuhkan biaya operasional lebih besar.
Fitur premium ini tidak mengganggu proses desain dasar, jadi kamu tetap bisa berkarya tanpa harus mengeluarkan biaya. Tapi kalau kamu butuh elemen lanjutan seperti asset kreatif tertentu atau fungsi otomatisasi, kamu mungkin perlu mempertimbangkan opsi berbayar.
Buat banyak orang, Adobe masih dianggap sebagai standar industri karena ekosistem aplikasinya sudah sangat matang. Namun, Affinity hadir sebagai alternatif yang lebih ringan, cepat, dan kini benar‑benar gratis. Kalau pekerjaanmu membutuhkan integrasi lintas aplikasi seperti Photoshop ke Illustrator atau After Effects, Adobe mungkin masih lebih unggul.
Tapi kalau kamu ingin aplikasi desain yang kuat tanpa biaya langganan dan lebih fokus ke ilustrasi, desain vektor, atau layout sederhana, Affinity Designer bisa jadi pilihan yang lebih efisien. Banyak kreator mandiri dan pelajar kini beralih karena tidak perlu lagi memikirkan biaya bulanan yang cukup berat.
Menggunakan Affinity Designer dalam versi gratis tentu punya banyak keuntungan, terutama buat kamu yang ingin mulai berkarya tanpa modal besar. Tapi, seperti aplikasi lain, tetap ada beberapa kekurangan yang perlu kamu pertimbangkan.
Affinity Designer kini menjadi salah satu aplikasi desain gratis paling menarik yang bisa kamu gunakan tanpa hambatan biaya. Dengan fitur vektor, raster, dan layout yang lengkap, aplikasi ini cocok buat kamu yang ingin mulai berkarya secara profesional atau sekadar belajar desain tanpa harus mengeluarkan uang.
Kalau kamu membutuhkan workflow yang ringan, cepat, dan fleksibel di berbagai perangkat, Affinity Designer adalah pilihan yang sangat layak. Namun, jika pekerjaanmu membutuhkan ekosistem industri yang lebih luas dan integrasi aplikasi yang kompleks, Adobe mungkin tetap jadi opsi utama. Pada akhirnya, semuanya kembali ke kebutuhan dan gaya kerjamu sendiri.