
Kalau kamu baru pertama kali mendengar nama Lazada dan bertanya-tanya apa itu Lazada, jawaban singkatnya begini: Lazada adalah marketplace besar di Asia Tenggara yang menjual berbagai kategori produk, mulai dari elektronik, fashion, hingga kebutuhan rumah tangga. Platform ini sudah beroperasi lebih dari satu dekade dan memiliki jutaan pengguna aktif di berbagai negara seperti Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Malaysia, dan tentu saja Indonesia. Banyak pengguna Indonesia menganggapnya sebagai marketplace "luar negeri" karena banyak seller dan brand yang terdaftar memang berbasis di negara lain.
Lazada didirikan lebih dari satu dekade lalu dan sejak awal sudah menyasar konsumen di kawasan Asia Tenggara dengan pendekatan online marketplace. Pendekatan ini mirip dengan konsep marketplace lain yang mungkin sudah kamu kenal di Indonesia: pembeli memesan, seller mengirim, dan platform memfasilitasi pembayaran serta logistik.
Yang membuat Lazada cukup menonjol di kawasan ini adalah skala operasionalnya. Platform ini tidak hadir di satu atau dua negara saja, melainkan di enam negara utama Asia Tenggara, plus beberapa inisiatif lintas batas yang melayani transaksi antar negara. Banyak brand internasional yang menjadikan Lazada sebagai salah satu kanal penjualan resmi mereka di kawasan ini, terutama untuk produk yang memang sengaja dipasarkan secara regional dan belum masuk ke marketplace lokal Indonesia.
Posisi Lazada di Indonesia sendiri juga menarik untuk dibahas. Platform ini memang hadir sebagai salah satu pemain, tapi popularitasnya tidak sebesar beberapa marketplace lokal yang lebih dulu dikenal masyarakat. Hal ini menimbulkan kesan di sebagian orang bahwa Lazada adalah "platform luar negeri", sebuah kesan yang tidak sepenuhnya salah, karena banyak seller yang aktif di sana memang berasal dari Singapura, Malaysia, atau Thailand.
Ada beberapa alasan kenapa pengguna Indonesia tetap tertarik belanja di Lazada, terutama yang sudah punya pengalaman belanja lintas negara:
Minat ini nyata dan terus ada. Masalahnya muncul di langkah berikutnya: bagaimana cara membayarnya.
Begitu kamu memutuskan untuk belanja, masalah pembayaran langsung muncul. Ada beberapa penyebab kenapa membayar transaksi di Lazada dari Indonesia sering terasa sulit:
Pertama, metode pembayaran internasional terbatas. Lazada di negara lain kadang menerima kartu kredit atau debit internasional, PayPal, atau metode pembayaran lokal negara tersebut. Pengguna Indonesia yang tidak punya kartu kredit internasional jelas terkendala di sini. Kartu debit biasa dari bank Indonesia biasanya tidak bisa dipakai untuk transaksi lintas negara di platform luar negeri karena fitur transaksi internasionalnya sering tidak diaktifkan secara default.
Kedua, mata uang yang berbeda. Lazada di beberapa negara menampilkan harga dalam mata uang lokal mereka (SGD, MYR, THB, atau USD untuk transaksi cross-border). Pembayaran dalam Rupiah langsung jarang didukung secara native oleh platform. Kalau kamu nekat konversi sendiri lewat bank lokal, kamu kena biaya konversi dan selisih kurs yang kadang tidak transparan, apalagi kalau bank kamu menerapkan spread besar.
Ketiga, metode pembayaran lokal Indonesia belum tentu diterima. QRIS, transfer bank antar bank dalam negeri, dan dompet digital lokal seperti GoPay, OVO, atau DANA yang biasa kamu pakai untuk belanja di marketplace Indonesia belum tentu berlaku di Lazada regional. Sistem pembayaran di sana dirancang untuk melayani buyer lokal negaranya, bukan buyer dari Indonesia.
Keempat, risiko gagal bayar dan waktu tunggu. Beberapa jalur pembayaran internasional butuh waktu konfirmasi yang lama, bisa sampai beberapa hari kerja. Kalau ada data yang salah atau metode yang tidak cocok, transaksi bisa gagal tanpa kejelasan refund yang cepat.
Melihat hambatan-hambatan tadi, beberapa pengguna Indonesia akhirnya memilih jalur alternatif untuk membayar belanjaan di Lazada:
JoinBareng adalah layanan jasa bayar yang berfungsi sebagai perpanjangan tangan pembayaran kamu ke merchant luar negeri. Alurnya sederhana: kamu memesan dan memilih produk di Lazada, lalu mengirimkan detail pembayaran ke JoinBareng, dan tim JoinBareng yang memproses pembayarannya ke merchant atas nama kamu menggunakan metode pembayaran yang mereka miliki.
Yang perlu kamu lakukan:
Estimasi prosesnya sekitar 1–5 menit setelah pembayaran kamu ke JoinBareng dikonfirmasi. Selama proses ini, kamu tidak perlu kartu kredit, tidak perlu rekening valas, dan tidak perlu pusing dengan konversi mata uang secara manual. Yang kamu lakukan hanya transfer Rupiah ke JoinBareng, sisanya mereka yang urus.
Salah satu hal yang sering ditanyakan sebelum pakai jasa bayar adalah soal biaya. JoinBareng mempublikasikan struktur biayanya secara terbuka dengan tiga tingkatan berdasarkan nominal transaksi:
Selain itu ada markup kurs sebesar Rp 1.000 per USD di atas kurs tengah. Markup ini adalah biaya konversi yang transparan, jadi kamu tidak perlu menebak-nebak berapa kurs yang dipakai atau kena biaya tersembunyi dari bank. Besaran markupnya sudah jelas di awal sehingga kamu bisa menghitung total biaya sebelum commit transaksi.
Yang perlu kamu ingat: biaya-biaya ini adalah biaya jasa pembayaran ke JoinBareng, bukan harga produk. Harga produk yang tertera di Lazada tetap yang kamu bayar ke merchant, ditambah biaya jasa JoinBareng dan markup kurs di atas.
Sebelum menggunakan layanan ini, ada beberapa hal jujur yang perlu kamu tahu:
Pertanyaan ini penting untuk dijawab langsung: tidak. JoinBareng adalah pihak ketiga independen yang membantu pembayaran kamu ke merchant. JoinBareng bukan afiliasi, bukan mitra resmi, dan bukan reseller dari Lazada. Yang JoinBareng lakukan adalah membayar ke merchant atas nama kamu menggunakan akun pembayaran yang mereka miliki, lalu kamu membayar JoinBareng dalam Rupiah di Indonesia.
Dengan memahami posisi ini, kamu bisa menilai sendiri apakah layanan ini sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi kamu. Yang ditawarkan JoinBareng adalah kemudahan bayar dalam Rupiah untuk transaksi merchant luar negeri, bukan endorsement atau kerja sama resmi dengan Lazada sendiri.
Lazada adalah marketplace besar asal Asia Tenggara yang menjual berbagai kategori produk di enam negara kawasan, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Ya, Lazada punya aplikasi dan website resmi yang bisa diakses dari Indonesia. Versi Indonesia melayani pembeli di Indonesia dengan seller lokal maupun seller regional.
Karena Lazada regional menerima pembayaran internasional seperti kartu kredit, PayPal, atau metode lokal negara lain. Pengguna Indonesia yang tidak punya kartu kredit internasional biasanya terkendala di sini.
Untuk belanja di Lazada regional, umumnya perlu kartu kredit internasional atau PayPal. Alternatifnya, kamu bisa pakai jasa bayar pihak ketiga seperti JoinBareng yang memungkinkan pembayaran dalam Rupiah.
Biayanya bergantung nominal: di bawah US$70 kena Rp 50.000, US$70–US$500 kena 4%, dan di atas US$500 kena 3,5%. Ditambah markup kurs Rp 1.000 per USD di atas kurs tengah.
Estimasi prosesnya sekitar 1–5 menit setelah pembayaran kamu ke JoinBareng dikonfirmasi, tergantung nominal dan kondisi sistem.
Bukan. JoinBareng adalah pihak ketiga independen yang membantu pembayaran atas nama kamu ke merchant. JoinBareng bukan afiliasi, mitra resmi, atau reseller dari Lazada.
JoinBareng menerima pembayaran dari pengguna dalam Rupiah lewat QRIS dan transfer bank. Pembayaran ke merchant dilakukan menggunakan metode yang dimiliki JoinBareng.
Menjalankan JoinBareng dan menangani langsung transaksi pembayaran produk digital luar negeri untuk pengguna Indonesia.
Draf artikel ini disusun dengan bantuan AI, lalu diperiksa dan disunting manusia. Angka tarif dan kurs diverifikasi terhadap sistem harga JoinBareng sebelum terbit.
JoinBareng adalah pihak ketiga independen, bukan afiliasi atau mitra resmi dari layanan yang dibahas. Legalitas & penanggung jawab