Apa itu PLOS (APC)?
PLOS atau Public Library of Science adalah penerbit akademik open access yang berdiri sejak tahun 2000 dan menjadi salah satu pionir gerakan akses terbuka di dunia. PLOS menerbitkan berbagai jurnal ilmiah bereputasi dengan peer review ketat, mencakup PLOS ONE sebagai jurnal multidiplin, serta jurnal-jurnal spesifik seperti PLOS Biology, PLOS Medicine, PLOS Computational Biology, PLOS Genetics, PLOS Pathogens, dan PLOS Climate. Semua artikel yang terbit di jurnal PLOS dapat diakses secara gratis oleh pembaca di seluruh dunia tanpa paywall, sehingga visibilitas dan dampak riset meningkat signifikan.
Article Processing Charge atau APC adalah biaya yang dibebankan kepada penulis untuk membiayai proses editorial, peer review, produksi, dan infrastruktur open access di PLOS. Setelah artikel diterima (accepted), PLOS mengirim invoice resmi yang menyebutkan judul artikel, nomor manuscrit, dan jumlah APC yang harus dibayar dalam USD. APC ini bukan biaya submit, melainkan biaya publikasi yang muncul hanya setelah artikel lolos review dan masuk tahap produksi, sehingga peneliti tidak perlu membayar kalau artikel ditolak.
Besaran APC PLOS berbeda-beda tiap judul jurnal dan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan PLOS. Karena itulah nilai persisnya biasanya tidak ditampilkan di website dan baru tertera di invoice resmi yang dikirim ke corresponding author. APC umumnya lebih tinggi untuk jurnal dengan dampak dan selectivity tinggi seperti PLOS Biology dan PLOS Medicine, sedangkan PLOS ONE punya struktur berbeda karena menerima artikel dari berbagai disiplin. Pembayaran APC dilakukan ke PLOS, bukan ke institusi, kecuali ada konsorsium atau waiver yang berlaku.
Memahami alur APC penting supaya peneliti Indonesia tidak terjebak asumsi. Setelah menerima email acceptance dari PLOS, corresponding author akan diminta menyelesaikan APC agar artikel bisa masuk production. Setelah pembayaran dikonfirmasi, artikel akan diterbitkan dengan lisensi open access (umumnya CC BY) dan bisa langsung diindeks serta diakses publik. Dengan membayar APC lewat jalur resmi, penulis juga mendapat bukti pembayaran yang sah untuk keperluan reimbursement institusi atau laporan hibah penelitian.
- Penerbit open access bereputasi dengan jurnal-jurnal ternama seperti PLOS ONE, PLOS Biology, dan PLOS Medicine
- APC dibayar setelah artikel accepted, bukan saat submit, sehingga bebas biaya kalau artikel ditolak
- Invoice resmi dalam USD dikirim ke corresponding author lewat email PLOS
- Besaran APC berbeda tiap jurnal dan tidak selalu dipublikasikan di muka
- Artikel terbit dengan lisensi open access CC BY yang bisa diakses siapa pun
- APC dipakai untuk membiayai peer review, produksi, dan infrastruktur akses terbuka
Siapa yang cocok memakai PLOS (APC)?
Dosen dan peneliti Indonesia yang aktif mengirim manuskrip ke jurnal internasional adalah pengguna utama layanan ini. Banyak kampus memang mendorong publikasi di jurnal bereputasi, tetapi belum tentu memiliki sistem pembayaran internasional yang praktis untuk invoice dari publisher luar negeri. JoinBareng jadi jembatan supaya dosen bisa fokus menulis dan submit, sementara urusan pembayaran APC diserahkan ke tim yang sudah terbiasa menangani transaksi USD ke publisher besar seperti PLOS.
Mahasiswa pascasarjana, terutama program doktoral, juga sering berhadapan dengan APC saat artikel pertama mereka diterima di jurnal Q1. Bagi yang baru pertama kali menerima invoice luar negeri, proses pembayaran bisa terasa membingungkan: metode apa yang diterima, bagaimana konversi kurs, berapa total yang harus dibayar, dan bagaimana cara mendapatkan bukti pembayaran yang valid. JoinBareng menjawab semua kebingungan itu lewat panduan WhatsApp yang personal, sehingga mahasiswa tidak perlu riset panjang soal mekanisme pembayaran internasional.
Penulis independen, praktisi yang hobi menulis di jurnal ilmiah, serta peneliti dari lembaga riset non-pemerintah juga bisa memanfaatkan layanan ini. Beberapa reviewer atau kontributor lepas tidak memiliki afiliasi universitas yang menanggung APC lewat grant, sehingga harus membayar sendiri. Dengan JoinBareng, mereka bisa membayar dalam Rupiah tanpa membuka rekening khusus valas atau kartu kredit baru, dan tetap mendapat bukti pembayaran resmi untuk kebutuhan pajak atau pembukuan pribadi.
Terakhir, manajer penelitian atau admin hibah yang mengurus reimbursement juga terbantu. Banyak lembaga riset Indonesia memerlukan bukti pembayaran APC untuk klaim dana hibah, dan invoice PLOS dalam USD kadang menyulitkan proses reimbursement kalau tidak ada dokumen pendukung yang rapi. JoinBareng membantu memastikan pembayaran tercatat jelas dan bisa dilacak, sehingga klaim reimbursement ke pemberi dana berjalan lebih lancar.
- Dosen dan peneliti yang submit ke jurnal PLOS ONE, PLOS Biology, atau PLOS Medicine
- Mahasiswa S2/S3 yang baru pertama kali menerima invoice APC dari publisher luar negeri
- Penulis independen dan praktisi yang tidak punya afiliasi kampus penanggung APC
- Admin hibah atau manajer riset yang mengurus reimbursement APC dari dana penelitian
- Peneliti yang ingin bukti pembayaran rapi untuk laporan hibah dan pembukuan
- Penulis dari lembaga non-pemerintah atau startup riset yang tidak punya akses kartu korporat
Kenapa bayar PLOS (APC) dari Indonesia sering gagal?
Invoice APC dari PLOS dikirim dalam USD melalui sistem billing internal PLOS, dan metode pembayaran utamanya adalah kartu kredit atau debit internasional serta transfer via layanan pembayaran tertentu. Banyak peneliti Indonesia memiliki kartu debit biasa yang tidak diaktifkan fitur transaksi luar negeri oleh bank. Walau kartu fisik terlihat sama, saat dipakai untuk transaksi USD ke merchant di luar negeri, transaksi ditolak karena bank menilai sebagai aktivitas mencurigakan atau memang belum mengaktifkan fitur international transaction. Hasilnya, halaman pembayaran PLOS menampilkan error dan invoice pun belum lunas.
Kartu kredit memang jadi solusi, tetapi tidak semua peneliti Indonesia punya kartu kredit, terutama mahasiswa dan dosen muda. Bagi yang punya, limit kartu kredit kadang tidak cukup untuk membayar APC PLOS ONE yang nominalnya bisa setara dengan beberapa kali lipat tagihan bulanan. Kenaikan kurs dollar yang fluktuatif juga bikin total yang dibayar bisa lebih tinggi dari estimasi awal, sehingga peneliti kaget melihat tagihan terpotong di kartu kredit. Beberapa bank menambahkan biaya administrasi hingga 1% per transaksi yang menambah beban.
Kekhawatiran lain datang dari sisi keamanan dan transparansi. Memasukkan nomor kartu ke halaman publisher asing kadang membuat peneliti ragu soal keamanan data, terutama bila koneksi internet kurang stabil atau perangkat dipakai bersama. Beberapa peneliti juga belum paham apakah bukti pembayaran dari PLOS bisa langsung dipakai untuk reimbursement, atau perlu bukti tambahan dari bank. Semua keraguan ini membuat proses yang sebenarnya simpel jadi terasa rumit dan menakutkan, padahal target akhirnya hanya agar artikel bisa terbit sesuai jadwal.
Terakhir, perbedaan zona waktu dan respons support PLOS yang berbasis di AS membuat komunikasi saat ada masalah pembayaran jadi lambat. Kalau pembayaran gagal di tengah jalan, peneliti Indonesia harus menunggu balasan email PLOS yang kadang baru dibalas 1-2 hari kerja. Selama menunggu, status manuskrip di dashboard PLOS masih menggantung dan peneliti tidak tahu apakah harus coba bayar ulang atau menunggu klarifikasi. Kondisi ini membuat riset dan publikasi terhambat hanya karena masalah administratif, bukan kualitas ilmiah.
- Kartu debit lokal banyak yang belum diaktifkan fitur transaksi internasional, sehingga pembayaran ditolak
- Limit kartu kredit sering tidak cukup untuk menutup APC PLOS yang bisa ratusan USD
- Kurs dollar fluktuatif dan biaya admin bank bikin total bayar sulit diprediksi
- Keraguan soal keamanan data saat memasukkan kartu ke halaman publisher asing
- Respons support PLOS dari AS lambat karena perbedaan zona waktu, bikin status manuskrip menggantung
- Invoice USD tidak otomatis bisa di-reimburse tanpa bukti pembayaran yang jelas dan rapi
Cara bayar PLOS (APC) pakai Rupiah lewat JoinBareng
Langkah pertama adalah membuka halaman produk PLOS (APC) di JoinBareng dan mengisi form yang tersedia. Kamu perlu memilih jurnal PLOS yang dituju, memasukkan nomor WhatsApp aktif, serta email akun tujuan yang tertera di invoice PLOS. Pastikan detail manuscrit dan judul artikel sudah benar agar invoice yang dikirim admin sesuai dengan tagihan aslimu. Setelah form dikirim, admin JoinBareng akan memverifikasi data dan mengirim invoice pembayaran dalam Rupiah lewat WhatsApp dalam hitungan menit.
Setelah menerima invoice dari admin, kamu tinggal membayar lewat QRIS atau transfer bank ke rekening yang tertera. Total yang dibayar sudah mencakup APC dalam USD, kurs pasar plus markup JoinBareng, biaya layanan JoinBareng, dan biaya metode pembayaran. Biaya layanan JoinBareng untuk jasa bayar dihitung: transaksi di bawah US$70 dikenai Rp50.000 flat, transaksi US$70 sampai di bawah US$500 dikenai 4%, dan transaksi US$500 ke atas dikenai 3,5%. Semua rincian terlihat jelas di invoice sebelum kamu melanjutkan ke pembayaran, sehingga tidak ada biaya tersembunyi.
Begitu pembayaran kamu masuk, admin JoinBareng memproses tagihan ke PLOS menggunakan kartu atau billing internasional JoinBareng. Estimasi pemrosesan untuk langganan digital dan layanan sejenis adalah 1-5 menit setelah pembayaran, sehingga APC PLOS biasanya sudah lunas pada hari yang sama. Admin akan mengirim konfirmasi lewat WhatsApp begitu pembayaran ke PLOS berhasil diverifikasi. Kalau karena kendala dari sisi JoinBareng pembayaran tidak berhasil diproses, dana kamu akan dikembalikan 100% sesuai kebijakan garansi.
Selama proses berlangsung, kamu tidak perlu membagikan password akun PLOS ke siapa pun, kecuali benar-benar dibutuhkan oleh sistem PLOS dan sudah didiskusikan di WhatsApp. Akun PLOS kamu tetap milik kamu sendiri, dan JoinBareng tidak menjual atau menyewakan akun dalam layanan jasa bayar. Setelah APC lunas, status manuskrip di dashboard PLOS akan ter-update menjadi paid dan tim produksi PLOS akan melanjutkan proses copyediting serta publikasi sesuai jadwal mereka.
- Buka halaman produk PLOS (APC) di JoinBareng dan isi form dengan jurnal, nomor WhatsApp, serta email akun tujuan
- Admin mengirim invoice Rupiah lewat WhatsApp dalam hitungan menit
- Bayar invoice lewat QRIS atau transfer bank dengan total yang sudah termasuk APC, kurs, dan biaya layanan
- Admin memproses pembayaran ke PLOS dalam 1-5 menit setelah pembayaran kamu masuk
- Konfirmasi lunas dikirim via WhatsApp, dan kalau gagal karena kendala JoinBareng dana kembali 100%
- Akun PLOS tetap milik kamu; tidak perlu share password kecuali benar-benar dibutuhkan
Tips memilih paket PLOS (APC)
PLOS tidak punya paket langganan, melainkan APC per artikel yang besarnya tergantung jurnal tujuan. Sebelum submit, cek dulu jurnal PLOS mana yang paling sesuai dengan topik, scope, dan target impact factor yang kamu inginkan. PLOS ONE menerima hampir semua disiplin dengan peer review yang solid, sedangkan jurnal seperti PLOS Biology atau PLOS Medicine sangat selektif dan biasanya punya APC lebih tinggi. Memilih jurnal yang tepat dari awal menghindarkan kamu dari penolakan yang memperpanjang waktu publikasi dan berpotensi menambah biaya kalau harus pindah jurnal.
Kedua, pastikan kamu sudah membaca kebijakan APC terbaru PLOS sebelum submit. Kebijakan soal waiver atau diskon APC bisa berubah, dan beberapa negara termasuk Indonesia kadang masuk daftar yang berhak mendapat keringanan atau bahkan bebas APC. Cek halaman fees PLOS dan diskusi dengan supervisor atau admin hibah untuk tahu apakah kamu eligible. Kalau tidak eligible,hitung estimasi APC dalam USD dan konversikan ke Rupiah dengan kurs saat itu sebagai gambaran budget, supaya tidak kaget saat invoice datang.
Ketiga, koordinasi dengan institusi atau pemberi dana sebelum pembayaran. Banyak kampus dan lembaga riset punya alokasi dana publikasi di hibah penelitian, dan mereka biasanya punya prosedur reimbursement APC. Siapkan dokumen pendukung seperti invoice PLOS, bukti bayar, dan surat acceptance supaya klaim reimburse berjalan mulus. JoinBareng membantu memastikan bukti pembayaran rapi dan bisa dilacak, sehingga proses klaim ke pemberi dana tidak terhambat hanya karena dokumen tidak lengkap.
Terakhir, waspadai pihak yang menawarkan pembayaran APC dengan harga jauh di bawah nilai invoice resmi PLOS. APC adalah transaksi resmi ke publisher dan harus dibayar sesuai nilai invoice. Harga terlalu murah sering menandakan scam atau pelanggaran aturan publisher yang bisa bikin artikel retracted atau institusi kena sanksi. JoinBareng hanya memproses pembayaran sesuai invoice resmi PLOS dengan biaya layanan yang transparan, sehingga kamu tetap berada di jalur yang aman dan patuh aturan.
- Cek dulu jurnal PLOS mana yang paling sesuai scope dan target impact factor
- Baca kebijakan APC terbaru di halaman fees PLOS, termasuk kemungkinan waiver untuk penulis Indonesia
- Hitung estimasi APC dalam USD dan konversikan ke Rupiah untuk budgeting hibah
- Koordinasi dengan institusi atau pemberi dana untuk reimbursement sebelum bayar
- Hindari pihak yang menawarkan pembayaran APC dengan harga terlalu murah karena berisiko scam
- Pastikan pembayaran lewat jalur resmi PLOS agar artikel tidak kena sanksi atau retraction
Setelah pembayaran: apa yang perlu disiapkan?
Setelah admin JoinBareng mengonfirmasi pembayaran APC sudah masuk ke PLOS, login ke dashboard PLOS kamu dan cek status manuskrip. Biasanya status akan berpindah dari acceptance awaiting payment menjadi paid atau in production. Simpan screenshot halaman status ini sebagai arsip pribadi, karena jadi bukti bahwa APC sudah lunas dan proses publikasi sedang berjalan. Kalau status belum berubah setelah beberapa jam, hubungi admin JoinBareng lewat WhatsApp supaya bisa dicek bersama ke PLOS.
Selanjutnya, persiapkan dokumen reimbursement kalau APC kamu tanggung lewat hibah atau institusi. Dokumen yang umumnya diminta antara lain invoice asli PLOS, bukti pembayaran dari JoinBareng, surat acceptance dari jurnal, dan kadang formulir klaim internal kampus. Minta admin JoinBareng rincian pembayaran lengkap dalam format rapi, karena banyak admin keuangan lebih mudah memproses reimbursement kalau bukti bayar dalam bentuk kuitansi atau invoice resmi dari pihak yang memproses pembayaran. Dengan dokumen lengkap, proses reimburse biasanya lebih cepat dan minim revisi.
Selama menunggu publikasi, manfaatkan waktu untuk menyiapkan versi open access artikel yang sudah Anda ter di media sosial akademik seperti Google Scholar, ResearchGate, atau ORCID. PLOS akan mengirim DOI dan tautan artikel final begitu artikel sudah terpublish, dan kamu bisa langsung membagikan tautan itu ke jejaring riset. Artikel yang sudah terbit dengan lisensi CC BY boleh di-share dan di-download oleh siapa pun, sehingga dampak riset kamu lebih luas. Jangan lupa tambahkan publikasi baru ini ke daftar publikasi pribadi dan Sinta untuk kebutuhan pelaporan tridarma.
Terakhir, jaga komunikasi dengan admin JoinBareng sampai artikel benar-benar terbit di situs PLOS. Kalau ada kendala produksi yang berkaitan dengan pembayaran, seperti permintaan revisi invoice atau klarifikasi APC, admin bisa bantu menerjemahkan kebutuhan PLOS dan memfasilitasi komunikasi lewat WhatsApp. Layanan JoinBareng tidak berhenti begitu APC lunas; tim siap membantu sampai artikel kamu online dan bisa diakses publik sesuai jadwal.
- Login ke dashboard PLOS dan cek status manuskrip sudah berpindah ke paid atau in production
- Simpan screenshot status sebagai arsip pribadi bukti APC lunas
- Siapkan dokumen reimbursement: invoice PLOS, bukti bayar JoinBareng, surat acceptance, dan formulir klaim internal
- Minta rincian pembayaran rapi dari admin JoinBareng untuk kelancaran reimburse
- Siapkan strategi diseminasi artikel lewat Google Scholar, ResearchGate, dan ORCID begitu DOI rilis
- Pantau komunikasi dengan admin JoinBareng sampai artikel benar-benar online di situs PLOS










